Senin, 29 Februari 2016

Flip Flop

RANGKAIAN FLIP FLOP




1. RS FLIP FLOP


Berikut adalah gambar rangkaian RS FlipFlop


Tabel Kebenaran RS FlipFlop



Konsep RS FlipFlop


Kondisi masukan yang kedua adalah RS = 01 berarti bahwa suatu pemicu diterapkan pada masukan S. Seperti kita ketahui, hal ini mengeset flip-flop dan menghasilkan keluaran Q bernilai 1.

Kondisi masukan yang ketiga adalah RS = 10 ini menyatakan bahwa suatu pemicu diterapkan pada masukan R. Keluaran Q yang dihasilkan adalah 0. 

Kondisi masukan RS = 11 merupakan masukan terlarang. Kondisi ini berarti menerapkan suatu pemicu pada kedua masukan S dan R pada saat yang sama. Hal ini merupakan suatu pertentangan karena mengandung pengertian bahwa kita berupaya untuk memperoleh keluaran Q yang secara serentak sama dengan 1 dan sama dengan 0.


2. D FLIP FLOP


Berikut adalah rangkaian D Flip Flop




Tabel Kebenaran D Flip Flop


D
Qn + 1
0
0
1
1



Konsep D Flip Flop
Pada D Flip-flop inputan R terlebih dahulu diberi gerbang NOT. Maka setiap masukan ke D FF ini akan memberi keadaan yang berbeda pada input RS, Dengan demikian hanya terdapat 2 keadaan SET dan RESET  S=0 dan R=1 atau S=1 dan R=0, jadi dapat disi.



3. JK FLIP FLOP


Berikut adalah gambar rangkaian JK Flip Flop

 

Berikut adalah tabel kebeneran JK Flip Flop
  
  



 
Kondisi masukan yang kedua adalah RS = 01 berarti bahwa suatu pemicu diterapkan pada masukan S. Seperti kita ketahui, hal ini mengeset flip-flop dan menghasilkan keluaran Q bernilai 1. Kondisi masukan yang ketiga adalah RS = 10 ini menyatakan bahwa suatu pemicu diterapkan pada masukan R. Keluaran Q yang dihasilkan adalah 0. Kondisi masukan RS = 11 merupakan masukan terlarang. Kondisi ini berarti menerapkan suatu pemicu pada kedua masukan S dan R pada saat yang sama. Hal ini merupakan suatu pertentangan karena mengandung pengertian bahwa kita berupaya untuk memperoleh keluaran Q yang secara serentak sama dengan 1 dan sama dengan 0.

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/rs-flip-flop/
Copyright © Elektronika Dasa





Konsep RS Flip-Flop : R dan S keduanya rendah berarti keluaran Q tetap berada pada keadaan terakhirnya secara tak terbatas akibat adanya aksi penggrendelan internal. Masukan S yang tinggi mengeset keluaran Q ke 1, kecuali jika keluaran ini memang telah berada pada keadaan tinggi. Dalam hal ini keluaran tidak berubah, walaupun masukan S kembali ke keadaan rendah. Masukan R yang tinggi mereset keluaran Q ke 0, kecuali jika keluaran ini memang telah rendah. Keluaran Q selanjutnya tetap pada keadaan rendah, walaupun masukan R kembali ke keadaan rendah. Memberikan R dan S keduanya tinggi pada saat yang sama adalah terlarang karena merupakan pertentangan (Kondisi ini mengakibatkan masalah pacu, yang akan dibahas kemudian).

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/rs-flip-flop/
Copyright © Elektronika Dasar

Konsep JK Flip Flop 


1. Pada saat J dan K keduanya rendah, gerbang AND tidak memberikan tanggapan sehingga keluaran Q tetap bertahan pada keadaan terakhirnya.

2.   Pada saat J rendah dan K tinggi, maka FF akan diseret hingga diperoleh keluaran Q = 0 (kecuali jika FF memang sudah dalam keadaan reset atau Q memang sudah pada keadaan rendah).

3.   Pada saat J tinggi dan K rendah, maka masukan ini akan mengeset FF hingga
diperoleh keluaran Q = 1 (kecuali jika FF memang sudah dalam keadaan set atau
Q sudah dalam keadaan tinggi).

4.   Pada saat J dak K kedua-duanya tinggi, maka FF berada dalam keadaan "toggle", artinya keluaran Q akan berpindah pada keadaan lawan jika pinggiran pulsa clocknya tiba.



4. T FLIP FLOP

Berikut adalah gambar rangkaian T Flip Flop.





 Berikut adalah tabel kebenaran T Flip Flop




Konsep T Flip Flop

 Kalau keadaan keluaran flip-flop 0, maka setelah adanya sinyal pemicu keadaan-berikut menjadi 1 dan bila keadaannya 1, maka setelah adanya pemicuan keadaannya berubah menjadi 0. Karena sifat ini sering juga flip-flop ini disebut sebagai flip-flop toggle (berasal dari skalar toggle/pasak).



Demikian lah penjelasan tentang macam-macam jenis flip flop,Semoga bermanfaat bagi para readers. 
Mohon maaf bila ada kesalahan pengerjaan, Sekian dan terima kasih































Kamis, 28 Januari 2016

Analog Dan Digital

Rangkaian Seri


Cara Mengukur Rangkaian Seri Dengan Electronic Work Bench

1.    Menghitung Total Tahanan (R.Total)

  Buatlah Rangkaian Seri Ini DiHalaman Kerja EWB.                          
  R1= 100 Ohm R2= 300 Ohm R3= 400 Ohm R4= 200 Ohm                                        
  V= 12 V











Pertama Untuk Mengukur R.Total Rangkaian Seri ini , Hubungkan Ke-4 Nilai Tahanan Ini Ke Multimeter Dan Klik Ω Pada Multimeter. Lalu Hidupkan Tombol Power (Switcher) Yang Ada DiPojok Kanan Atas .



2. Menghitung Jumlah Arus Yang Mengalir

Hubungkan Multimeter Dengan Tahanan Dan Tegangan Seperti Gambar DiBawah Ini ! Kemudian Klik A Pada Multimeter, Lalu Turn On kan Tombol Powernya. Maka Hasilnya Akan Muncul Pada Multimeter Tersebut.














3.      Menghitung Tegangan DiTiap-Tiap Tahanan

Hubungkan Sisi Multimeter Yang Negatif KeSisi Sebelah Kanan R1 Dan Sebaliknya Hubungkan Sisi Multimeter Yang Positif KeSisi Sebelah Kiri R1 , Kemudian Klik V Pada Multimeter. Lalu Turn on kan Tombol Powernya. Maka Akan DiDapat Hasil Tegangan Pada R1 .
Begitu Juga Selanjutnya Untuk Menghitung Tegangan Pada R2, R3, Dan R4




R1
R2




R3




















R4





Rangkaian Paralel


Buatlah rangkaian paralel di halaman kerja EWB.


1. Menghitung R.Total
 
R1= 100 ohm R2= 400 ohm  R3= 200 ohm
V = 12 V




Pertama Untuk Mengukur R.Total Rangkaian Paralel ini , Hubungkan Ke-4 Nilai Tahanan Ini Ke Multimeter Secara Paralel Dan Klik Ω Pada Multimeter. Lalu Hidupkan Tombol Power (Switcher) Yang Ada DiPojok Kanan Atas .



2. Menghitung Jumlah Arus Yang Mengalir

Hubungkan Multimeter Dengan Tahanan Dan Tegangan Seperti Gambar DiBawah Ini ! Kemudian Klik A Pada Multimeter, Lalu Turn On kan Tombol Powernya. Maka Hasilnya Akan Muncul Pada Multimeter Tersebut.




















3.      Menghitung Tegangan DiTiap-Tiap Tahanan

Hubungkan Sisi Multimeter Yang Negatif KeSisi Sebelah Kanan R1 Dan Sebaliknya Hubungkan Sisi Multimeter Yang Positif KeSisi Sebelah Kiri R1 , Kemudian Klik V Pada Multimeter. Lalu Turn on kan Tombol Powernya. Maka Akan DiDapat Hasil Tegangan Pada R1 .
Begitu Juga Selanjutnya Untuk Menghitung Tegangan Pada R2, R3, Dan R4

R1


R2

R3




Demikianlah Penjelas Tentang Cara Mengukur Rangkaian Seri Dan Paralel, Semoga Bermanfaat Bagi Readers..
Mohon Maaf Bila Ada Kesalahan Pengerjaan,Sekian Dan Terimakasih ..